B. Indonesia

Pertanyaan

contoh teks ulasan novel fantasteen knock knock

1 Jawaban


  • Tahu-tahu Skylar, Owen, dan Dante mewarisi tanah di Dudlytown. Mendapatkan kekayaan secara tiba-tiba bukan hal istimewa. Mereka telah melewati jam demi jam mendebarkan demi mengungkap sisa kasus Joseph Tate si pembunuh sadis. Tanpa senagaja!

    Sebelumnya mereka bertiga dikejar-kejar Tate di dalam rumah yang telah ditinggalkan selama empat puluh tahun. Rumah yang penuh jebakan, barang-barang aneh, patung berisi tulang belulang, lukisan psycho, dan tentu saja gelap gulita. Tate memburu Skylar tanpa ampun, hingga pilihannya berlari atau kehilangan kaki.

    Jika pada akhirnya Dante dan teman-temannya selamat dari pemburuan maut dan mendapatkan harta yang tak diduga-duga, untuk apa semua itu jika mereka kehilangan hal yang paling berharga?

    *

    Dari sinopsisnya bisa ditebak alur dari buku ini. Tiga tokoh bersahabat datang ke sebuah kota mati dan kemudian melakukan penyelidikan di sana secara tidak sengaja dan berakhir dengan kejar-kejaran antara tokoh dengan si pembunuh sadis, Tate.

    Dan benar saja, cerita ini bermula dimana tiga orang sahabat. Eh! Dua. Dua orang sahabat atau mungkin kakak-adik, mungkin pacar, entahlah. Skylar dan Owen, mereka diberi tugas kelompok bersama Dante untuk menyelidiki tentang Connecticut oleh guru sejarah mereka.

    Kemudian ketiga sahabat itu pun memilih untuk menyelidiki rumah dari Joseph Tate di Dudlytown. Awalnya kedua laki-laki itu menolak, tetapi Skylar yang memiliki jiwa negosiasi tinggi memaksa keduanya untuk ikut.

    Mereka pun pergi ke Dudlytown dengan menggunakan truk milik Skylar. Kado ulangtahun keenambelas Skylar dari ayahnya. Mereka pun memulai petualangan menyeramkan yang berakhir tidak terlalu sedih sih. Untuk alur selanjutnya aku ga akan kasih spoilernya ya.

    *

    Keren. Cerita ini keren. Aku suka bagaimana Esa mendekskripsikan alur cerita yang mengalir. Percakapan antar tokoh yang sesuai dengan karakternya masing-masing juga terlihat tidak memaksa. Semua sangat perfect.

    Ngga terlalu kaget sih. Melihat Esa sdah menginjak jenjang kuliah di Universitas Indonesia bagian Hubungan Internasional. Biasanya, tulisan seseorang bergantung pada pengalaman menulis mereka. Semakin lama, semakin bagus.

    Walau begitu, tetap aku masih lebih memilih Ziggy dengan struktur kalimatnya yang bikin gigiku bergetar sakin gemes sama pembawaan ceritanya. Dan aku rasa, Esa juga ada sedikit ketertarikan dengan Ziggy. Aku melihat beberapa persamaan cerita di dalam naskah Esa yang sedikit mirip dengan Saving Ludo-nya Ziggy. Meski tidak terlalu significant, hanya beberapa.

    Uniknya di buku Esa Knock! Kncock! kali ini adalah, ada keterangan penulis tentang kota Dudleytown yang asli. Hahaha. Seharusnya penulis Ghost Dormitory punya catatan seperti ini di akhir cerita. Ini yang bikin menarik.

    Nah! Bagaimana jika aku mengobrol sedikit tentang hubungan antara novel fiksi dengan dunia nyata. Hehehe.

    Dalam dunia novel, tidak ada salahnya menggunakan dunia nyata sebagai latar. Ini adalah trik mengesankan dari penulis hebat untuk membuat novel mereka terasa seperti nyata. Kalian juga bisa menggunakannya.

Pertanyaan Lainnya